Penyakit Kanker Yang Belum Bisa Di Klaim Pada Asuransi Sakit Kritis Stadium Lanjut

Asuransi Sakit Kritis Stadium Lanjut

Klaim Asuransi Sakit Kritis Stadium Lanjut bisa di ajukan kepada perusahaan asuransi untuk mendapatkan uang pertanggungan yang nominalnya tertuang di dalam buku polis apabila sudah memenuhui kriteria terdapat tumor ganas yang ditandai dengan pertumbuhan dan penyebaran sel – sel ganas yang tidak terkendali dengan invasi dan destruksi dari jaringan sekitarnya yang normal dan diagnosis kanker ditegakkan dengan dukungan hasil pemeriksaaan histopatalogi dengan adanya bukti keganansan  dan dikonfirmasikan oleh dokter spesialis onkologi atau patalogi

Arcinoma In Situ adalah sekelompok sel abnormal yang muncul pada organ pertama kali dan belum menyebar ke bagian lain. Sel abnormal ini bisa berkembang menjadi kanker dan menyebar ke jaringan normal yang ada di sekitarnya.

Lima Jenis carcinoma In Situ Yang Belum Bisa Di Klaim Pada Asuransi Sakit Kritis Stadium Lanjut

Dalam kaidah medis, carcinoma in situ dikenal sebagai bentuk paling awal dari penyakit kanker yang belum menyebar. Istilah carcinoma in situ ini digunakan pada beberapa jenis kanker yang menyerang bagian tubuh tertentu. Berikut beberapa kondisi carcinoma in situ yang kerap ditemukan. Namun kelima jenis carcinoma in situ belum bisa kita lakukan klaim asuransi sakit kritis stadium lanjut, apabila anda memiliki asuransi sakit kritis tahap awal atau erarly stage kelima jenis carcinoma in situ di bawah ini bisa anda ajukan klaim nya ke perusahaan asuransi guna mempercepat persetujuan uang pertanggungan tunai yang anda miliki yang besaran nya tertuang pada polis asusansi anda.

  • Ductal Carcinoma In Situ

Ductal Carcinoma In Situ

Ductal Carsinoma in Situ (DCIS) adalah sel-sel abnormal yang muncul pada saluran susu di payudara. DCIS dianggap sebagai bentuk paling awal dari kanker payudara. DCIS bersifat noninvasif artinya belum menyebar keluar dari saluran susu dan menyerang jaringan payudara lainnya.

Pada banyak kasus, DCIS tidak menyebabkan tanda-tanda atau gejala tertentu. Namun terkadang, DCIS dapat menyebabkan tanda dan gejala seperti munculnya benjolan pada payudara, serta keluarnya cairan disertai darah pada puting. DCIS biasanya ditemukan melalui prosedur mammogram yang merupakan bagian dari skriing kanker payudara.

Hingga kini belum diketahui apa yang menyebabkan terjadinya DCIS. DCIS terbentuk ketika terjadi mutasi genetik dalam DNA sel saluran payudara. Mutasi genetik menyebabkan perubahan pada sel-sel normal di payudara, tetapi sel-sel ini belum memiliki kemampuan untuk keluar dari saluran payudara. Namun, ada sejumlah faktor yang mungkin memicu terjadinya DCIS termasuk gen dari orang tua atau faktor keturunan, lingkungan, dan gaya hidup.

Baca Juga : Cara Klaim Terbaru Asuransi Kesehatan Terbaik Tahun 2019

DCIS tidak membahayakan nyawa tetapi memerlukan pengobatan untuk mencegahnya menjadi ganas. Segera temui dokter jika Anda menemukan perubahan dan gejala pada payudara. Pertimbangkan untuk melakukan skrining kanker payudara secara rutin bagi wanita yang berusia 40 tahun ke atas.

  • Cervical Carcinoma In Situ

Cervical Carcinoma In Situ

Cervical carcinoma in situ adalah sel-sel abnormal yang muncul pada permukaan serviks dan belum menembus lebih dalam ke jaringan di sekitarnya. Cervical carcinoma in situ dianggap sebagai stadium paling awal dari kanker serviks yang biasanya disebabkan oleh human papillomavirus (HPV) yang menyebar melalui kontak seksual dan gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, melakukan hubungan seksual sejak usia dini, diet rendah buah dan sayuran, menggunakan pil KB untuk jangka waktu lama, dan terinfeksi klamidia.

Kanker serviks seringkali tidak menimbulkan gejala di tahap cervical carcinoma in situ, gejala bisa muncul setelah berkembang ke tahap selanjutnya. Karena itu penting bagi Anda untuk melakukan pap smear, kolposkopi, atau pun biopsi sebagai langkah deteksi dini kanker serviks. Skrining kanker serviks direkomendasikan bagi wanita berusia 21–65 tahun.

  • Squamous Cell Carcinoma In Situ

Squamous Cell Carcinoma In Situ

Squamous cell carcinoma in situ dikenal juga dengan istilah penyakit Bowen adalah bentuk paling awal dari kanker kulit atau karsinoma sel skuamosa.

Squamous cell carcinoma in situ tampak seperti bercak kemerahan pada kulit. Penyakit Bowen umumnya tidak menimbulkan gejala, meski bisa terasa gatal atau sakit pada kulit yang mengalami kelainan. Seperti kebanyakan kanker kulit lainnya, kondisi ini paling sering muncul di daerah yang sering terpapar sinar matahari, tapi bisa juga muncul di area anus dan area kelamin. Penyakit Bowen terkadang bisa berkembang menjadi kanker kulit sel skuamosa yang ganas, sehingga dokter biasanya merekomendasikan penanganan khusus untuk mengatasinya. Penderita squamous cell carcinoma in situ lebih berisiko mengalami kanker kulit jenis lainnya, sehingga tindak lanjut oleh dokter sangat penting.

  • Hyperkeratoses Carcinoma In Situ

Hyperkeratoses Carcinoma In Situ

Hiperkeratosis adalah penebalan lapisan luar kulit yang mengandung protein pelindung kuat yang disebut keratin. Ini adalah kondisi yang umum dialami. Sebagian bersifat tidak berbahaya dan dapat reda dengan penanganan mandiri, sementara yang lain dapat menjadi gejala awal kanker. Cermati bentuknya dan periksakan ke dokter lebih awal untuk memastikan diagnosisnya.

Baca Juga : Daftar Rumah Sakit Terbaik Di Singapore

Hiperkeratosis umumnya ditandai dengan gejala seperti kapalan pada kaki dan tangan, bahkan bisa berupa terbentuknya area putih di dalam mulut

  • Melanomas Carcinoma In Situ

Melanomas Carcinoma In Situ

Melanoma adalah salah satu bentuk kanker yang paling berbahaya, hal ini karena Kurangnya pengetahauan masyarakat akan bahayanya sinar matahari membuat kondisi ini semakin umum di temukan. Sumber lain menjelaskan bahwa Melanoma adalah kanker yang terjadi pada melanosit, sel pigmen yang ada di kulit yang menghasilkan melanin. Kenker ini merupakan jenis kanker kulit yang dapat dapat menyebabkan kematian. Melanoma dapat muncul pada kulit yang normal dan berawal dari tahi lalat atau daerah lain pada kulit yang mengalami perubahan wujud. Kemudian memang ditemukan bahwa melanoma ini sangat berkaitan dengan tahi lalat yang ada di tubuh manusia, dan hampir setiap orang memiliki tahi lalat berwarna, Dokter menyebut tahi lalat warna ini adalah Nevi Melanositik. sedangkan artinya Melanositik adalah tumorkulit yang paling umum, setiap orang dewasa muda berkulit putih mempunyai 20 sampai nefi melanositik yang tidak berbahaya.

Sedangkan Nevus adalah istilah umum yang biasanya digunakan untuk artinya tanda lahir atau bercak berwarna yang bersifat jangka panjang. sehingga besar nevus melanostik muncul segera setelah lahir dan menjadi lebih banyak dengan bertambahnya usia sampai penderita mencapai akhir dua puluhan. Setelah usia ini, kemuculuan tanda lahir lebih jarang dan banyak tanda yang sudah ada, menjadi hilang. sedangkan Tahi lalat berwarna yang suda ada begitu lahir atau muncul selama tahun pertama kehidupan, disebut nevus melanostitik kongenital. Nevus ini relatif jarang dan masih belum jelas apakah nevus ini mempunyai risiko lebih tinggi untuk menjadi melanoma. Banyak spesialis beranggapan bahwa tahi lalat ini harus diangkat sebagai tindak berjaga-jaga. Nevus melanositik detia menutupi daerah yang luar, seperti sbagian besar daerah batang tubuh perenang, serta berisiko cukup besar untuk menjadi melanoma di kemudian hari.

Demikian kelima jenis Carcinoma In Situ yang bisa anda ajukan klaim pada Asuransi Sakit Kritis Stadium Lanjut. Mudah mudahan dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan kita dalam tata cara prosedure klaim asuransi sakit kritis.

Recommended For You

About the Author: admin